🌿 Daun yang Menyapa Pagi
Daun yang Menyapa Pagi
Ada satu pagi yang tak pernah hilang dari ingatanku. Udara terasa lembut, embun masih menempel di ujung daun-daun yang berjajar di halaman sekolah. Saat itu, aku baru beberapa minggu menjalani peranku sebagai guru — peran yang dulu hanya sebatas mimpi kecil ketika masih duduk di bangku sekolah.
Di lapangan, suara tawa anak-anak mulai terdengar. Mereka berlari, berteriak, berebut bola, lalu tertawa lagi seolah dunia ini tak punya beban. Aku ikut tersenyum, dan di antara teriknya matahari, aku merasa ada kesegaran yang tak bisa dijelaskan. Mungkin bukan hanya karena embun pagi, tapi karena hatiku yang mulai tumbuh bersama peran baruku.
Setiap kali aku merasa lelah — ketika tugas menumpuk, ketika siswa sulit diatur, ketika hari terasa panjang — aku selalu mengingat daun itu. Aku menyimpannya di antara halaman buku catatan pelajaran, seperti pengingat bahwa dalam setiap proses belajar, selalu ada kesejukan yang menunggu untuk ditemukan.
Dan sampai hari ini, setiap kali angin bertiup membawa aroma dedaunan basah setelah hujan, aku kembali merasakan hal yang sama: kesegaran menjadi guru bukan berasal dari penghargaan atau pujian, tapi dari setiap tawa, peluh, dan harapan yang tumbuh di antara anak-anak yang kuajar.
Karena ternyata, seperti daun, aku pun hidup untuk memberi kehidupan. 🌱

No comments for "🌿 Daun yang Menyapa Pagi"
Post a Comment